Paguyangan - Banyak Warga yang mengungkapkan masih banyak permasalahan dalam keaktifan BPJS Kesehatan dan kurangnya informasi terkait Program Indonesia Pintar (PIP). Hal ini menjadi sorotan utama dalam dialog yang berlangsung hangat antara masyarakat dan wakil rakyat saat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Ferri Anggrianto, pada Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 di Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Kamis (16/10/2025).
Dalam reses tersebut masyarakat menyampaikan sejumlah keluhan terkait pelayanan dasar, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Dua bidang itu menjadi topik utama yang disampaikan warga. Seperti soal keaktifan BPJS Kesehatan dan informasi bantuan PIP. Banyak masyarakat yang belum tahu cara aktivasi maupun pengecekan kepesertaan. Kami akan mengawal aspirasi ini agar mendapat perhatian serius dari pihak terkait,” janji Ferri.
Menurutnya, kegiatan reses merupakan momen penting bagi DPRD untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan keluhan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Setiap aspirasi yang disampaikan warga akan dihimpun dan dibawa ke tingkat kabupaten sebagai bahan dalam penyusunan program dan kebijakan pemerintah daerah.
“Kami ingin aspirasi warga ini tidak berhenti di forum reses saja, tapi benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Hasil reses ini akan kami sampaikan dalam rapat paripurna agar dapat ditindaklanjuti lintas OPD,” tegasnya.
Salah seorang warga, menyoroti kurangnya sosialisasi mengenai mekanisme aktivasi BPJS mandiri serta informasi penyaluran bantuan pendidikan PIP yang belum merata.
“Masih banyak warga yang bingung cara mengaktifkan BPJS mandiri. Kadang sudah bayar iuran tapi masih nonaktif. Informasi soal PIP juga belum jelas dan sering tidak sampai ke masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, peserta lain dalam kegiatan tersebut, berharap agar program perlindungan sosial diperluas, khususnya bagi ibu rumah tangga dan lansia yang hidup sendirian.
“Kami ingin bantuan sosial tidak hanya untuk keluarga miskin, tapi juga bagi lansia yang hidup sendiri tanpa penghasilan tetap,” usulnya.
Menanggapi hal itu, Ferri menegaskan komitmen DPRD Brebes untuk terus memperjuangkan peningkatan layanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait lainnya agar keluhan masyarakat ini segera ditindaklanjuti. DPRD berperan sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah,” kata Ferry.
Kegiatan reses ini menjadi wujud nyata kedekatan DPRD dengan masyarakat. Melalui dialog langsung, diharapkan seluruh aspirasi warga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada rakyat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes secara berkelanjutan.