BREBES – Momentum Peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348 Tahun 2026 dimaknai sebagai ajakan untuk kembali menelusuri perjalanan panjang sejarah kepemimpinan daerah. Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Mohammad Rizki Ubaidillah, mendorong generasi muda untuk mengenal dan memahami jejak kepemimpinan Bupati Brebes dari masa Tumenggung Arya hingga kepemimpinan Bupati Brebes saat ini, Paramitha Widya Kusuma.
Menurut Rizki, pemahaman terhadap sejarah kepemimpinan daerah merupakan bagian penting dalam membangun identitas, karakter, serta rasa memiliki generasi muda terhadap Kabupaten Brebes. Setiap pemimpin, kata dia, memiliki peran dan kontribusi yang turut membentuk wajah Brebes hingga seperti sekarang.
“Generasi muda perlu mengetahui siapa saja pemimpin Brebes terdahulu dan kontribusi yang telah mereka berikan. Dari Tumenggung Arya hingga Bupati Paramitha, semuanya memiliki jejak sejarah yang patut dipelajari sebagai bahan refleksi dan pembelajaran,” ujar Rizki, Sabtu (10/1/2026).
Politisi muda PDI Perjuangan tersebut menegaskan, sejarah kepemimpinan daerah tidak sekadar menjadi catatan masa lalu, melainkan sumber nilai dan inspirasi untuk menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. Dengan memahami perjalanan sejarah, generasi muda diharapkan mampu meneladani nilai kepemimpinan, semangat pengabdian, serta kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Rizki juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas sejarah dalam mengenalkan sejarah kepemimpinan Brebes kepada generasi muda melalui berbagai media edukatif, baik konvensional maupun digital.
“Dengan mengenal sejarah daerahnya sendiri, akan tumbuh rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga dan membangun Brebes ke arah yang lebih baik,” tambah Uki panggilan akrabnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto, menyampaikan bahwa sejarah kepemimpinan daerah merupakan warisan berharga yang sarat nilai dan inspirasi. Setiap era kepemimpinan memiliki tantangan, kebijakan, dan karya yang memberi warna dalam perjalanan Kabupaten Brebes.
“Menelusuri jejak kepemimpinan Bupati Brebes dari masa ke masa adalah bentuk penghargaan terhadap jasa para pendahulu. Setiap pemimpin memiliki cerita dan karya yang menjadi bagian dari jati diri Brebes,” ungkap Eko.
Menurutnya, Dinbudpar memiliki peran strategis dalam mendokumentasikan, mengarsipkan, serta mempromosikan sejarah Brebes kepada generasi muda dan masyarakat luas. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program kebudayaan, pameran sejarah, kirab budaya, serta narasi edukatif yang dikemas secara menarik.
Eko menambahkan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga nilai sejarah dan budaya daerah.
“Di usia ke-348 ini, mari kita perkuat sinergi. Tidak ada langkah yang terlalu kecil jika dilakukan bersama,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat “Satukan Langkah Menuju Brebes Beres”, Dinbudpar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga warisan sejarah, merawat budaya lokal, serta mendukung pembangunan daerah yang berakar pada nilai kearifan lokal dan jati diri Brebes.