DPRD Brebes: Becak Listrik Bantuan Presiden Jangan Dijual
Publikasi : 23 Oktober 2026 | 18:39 WIB

DPRD Brebes: Becak Listrik Bantuan Presiden Jangan Dijual
Anggota DPRD Kabupaten Brebes, H. Ghufron Haryanto dan H Nur Endro dari Fraksi Partai Gerindra, menghadiri Pelatihan Becak Listrik bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bagi para penarik becak di Kabupaten Brebes, Jumat (23/10/2026).
Wakil Bupati Brebes , Wurja membuka kegiatan pelatihan tersebut di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes. Sebanyak 240 tukang becak mengikuti pelatihan yang nantinya akan mendapatkan satu unit becak listrik.
Menurut Wurja, Becak Listrik diberikan kepada para penerima bantuan sebagai bentuk perhatian terhadap para penarik becak, khususnya mereka yang telah lanjut usia dan membutuhkan dukungan untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban fisik para penarik becak yang selama bertahun-tahun mengandalkan tenaga untuk mengayuh becak konvensional.
"Dengan adanya becak listrik, mereka diharapkan dapat bekerja lebih ringan dan tetap memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujar Wurja.
Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Gerindra, H. Ghufron Haryanto, menyampaikan bahwa sebelum menerima bantuan, para calon penerima telah melalui tahapan registrasi dan penyeleksian. Para penerima juga mendapatkan pelatihan mengenai cara penggunaan, perawatan, serta pengisian daya baterai becak listrik. para penerima benar-bear memahami cara menggunakan dan merawat becak listrik. Dengan demikian, setelah menerima bantuan, becak dapat langsung dimanfaatkan untuk bekerja di pasar maupun di lokasi mangkal masing-masing,” ujarnya.
Ghufron juga berpesan agar para penerima memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan menjaga becak listrik agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Bantuan dari Bapak Presiden ini hendaknya digunakan semaksimal mungkin untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Jangan sampai becak listrik ini dijual atau dipindahtangankan kepada orang lain, karena bantuan ini diperuntukkan bagi para penarik becak yang membutuhkan,” tegasnya.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada para penarik becak, terutama yang sudah berusia lanjut, agar tidak lagi harus mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh becak seperti sebelumnya.
Salah seorang penerima bantuan, Wahrudin, penarik becak yang biasa beraktivitas di wilayah Pasar Batang, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
Pria berusia 60 tahun tersebut mengaku telah menjalani pekerjaan sebagai penarik becak selama 26 tahun. Selama puluhan tahun itu, ia menggantungkan penghasilan dari pekerjaan mengantar penumpang menggunakan becak konvensional.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden. Saya merasa bangga dan sangat terbantu dengan adanya bantuan becak listrik ini,” ungkap Wahrudin.
Ia berharap becak listrik tersebut dapat meringankan pekerjaannya, terlebih pada usianya yang tidak lagi muda. Menurutnya, penggunaan becak listrik akan membantu mengurangi tenaga yang selama ini harus dikeluarkan ketika mengayuh becak kayuh.
Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi para penarik becak untuk tetap produktif dan memperoleh penghasilan dengan beban fisik yang lebih ringan.
Melalui program bantuan becak listrik ini, diharapkan kesejahteraan para penarik becak di Kabupaten Brebes dapat meningkat, sekaligus mendukung keberlangsungan mata pencaharian masyarakat kecil yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi daerah.
Penulis Artikel : Penulis : Nanda Naufal , Editor : Wasdiun



