DPRD Brebes Dukung Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

Publikasi : 05 Agustus 2026 | 19:14 WIB

DPRD Brebes Dukung Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

Brebes – DPRD Kabupaten Brebes mendukung upaya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam Rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau serta Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Kabupaten Brebes. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Partai Golkar, Agus Imam Burhanudin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, BPBD, serta berbagai instansi terkait, di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, (5/8/2026).

Menurut Agus Imam, apel kesiapsiagaan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau. Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan mampu melakukan langkah pencegahan, mitigasi, hingga penanganan bencana secara cepat dan terpadu.

Agus Imam Burhanudin, mengapresiasi pelaksanaan apel kesiapsiagaan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. Menurutnya, keberhasilan pencegahan tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah dan aparat, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.

"Saya mengimbau masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sampah sembarangan, menjaga lingkungan, serta melakukan penghijauan di lahan-lahan yang masih kosong," kata Agus.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat terus diperkuat sehingga potensi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Brebes dapat diminimalkan. Dengan kesiapsiagaan yang optimal, keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan diharapkan tetap terjaga selama musim kemarau.

Sementara itu, Kapolres Brebes AKBP Moh Ali Akbar menyampaikan bahwa seluruh instansi yang terlibat telah siap siaga selama 24 jam dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam kesehatan, merusak lingkungan, serta mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk mari bersama-sama mencegah bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Karhutla ini selain membahayakan kesehatan, juga membahayakan lingkungan hidup," ujar Kapolres Brebes.

Senada, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Brebes Budhi Darmawan menjelaskan bahwa penanganan dampak kekeringan terus dilakukan melalui pendistribusian air bersih bersama relawan, pemerintah kecamatan, dan perangkat daerah terkait. Hingga saat ini, bantuan air bersih telah disalurkan ke 14 desa terdampak.

Berdasarkan pemetaan BPBD, ancaman kekeringan terjadi di seluruh 17 kecamatan di Kabupaten Brebes dengan kategori sedang. Adapun wilayah selatan menjadi kawasan dengan tingkat kekeringan paling berat, sehingga sekitar tujuh desa di wilayah tersebut hampir setiap hari menerima distribusi air bersih. Sementara itu, kejadian kebakaran yang terjadi sejauh ini masih didominasi kebakaran skala rumah tangga.

"Dalam rangka memberikan pelayanan penanganan kekeringan, kami bersama relawan, camat, dan kepala dinas terkait telah melakukan pendistribusian atau dropping air bersih ke 14 desa," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Brebes.


Penulis Artikel : Penulis : Amanda , Editor : Wasdiun

Bagikan :

Komentar Anda
  • Cuaca di Brebes
BREBES CUACA
  • Instansi terkait
Survey Kepuasan
Permohonan Kunjungan