DPRD Brebes Soroti Peran Santri di Era Modern
Publikasi : 22 Oktober 2026 | 17:15 WIB

BREBES – Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Selain memiliki pemahaman agama yang kuat, santri diharapkan terus meningkatkan kualitas intelektual, mengembangkan sikap humanis, serta menjaga konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai kebaikan di kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes Nafisatul Khoiriyah saat menghadiri apel pagi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Brebes tahun 2026, Kamis (22/10/2026).
Apel yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Assalafiyah 3 Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes Nafisatul hadir mewakili Ketua DPRD Kabupaten Brebes.
Peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali kontribusi santri dan pondok pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Nyai Nafisah panggilan akrabnya.
Menurutnya, Santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, membangun karakter generasi muda, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang terus mengalami perubahan.
Dia menegaskan, dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik saat ini turut menjadi tantangan yang perlu dihadapi oleh lingkungan pesantren. Dalam kondisi tersebut, pondok pesantren tetap memiliki posisi penting sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan kepribadian para santri.
“Santri sekarang bukan hanya dihadapkan pada persoalan deradikalisasi, tetapi juga harus meningkatkan kualitas intelektual, bersikap humanis, serta memiliki keistiqamahan atau konsistensi dalam bersikap,” ujar Nafisatul.
Ia menilai, peningkatan kualitas intelektual menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan agar santri mampu mengikuti perkembangan zaman. Penguasaan ilmu pengetahuan, keterbukaan terhadap wawasan baru, serta kemampuan memahami persoalan di lingkungan sekitar dapat menjadi bekal bagi santri untuk berkontribusi lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas intelektual perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan akhlak. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang dimiliki santri harus dapat diterapkan melalui perilaku yang baik, sikap saling menghormati, serta kemampuan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Sikap humanis juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi santri yang mampu menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan dalam berinteraksi. Melalui sikap tersebut, santri diharapkan dapat mengedepankan dialog, menghargai perbedaan, dan berperan dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai serta saling menghormati.
Selain itu, Nafisatul menekankan pentingnya keistiqamahan dalam menjaga nilai-nilai kebaikan. Konsistensi dalam bersikap dan bertindak menjadi bagian dari pembentukan karakter yang tidak hanya tercermin dalam lingkungan pondok pesantren, tetapi juga ketika santri kembali ke tengah masyarakat dan menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Penguatan akhlakul karimah, menurutnya, menjadi salah satu bekal penting bagi santri dalam menghadapi tantangan moral di era modern. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial, misalnya, memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan berinteraksi. Namun, perkembangan tersebut juga membutuhkan kedewasaan dalam bersikap, kemampuan memilah informasi, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.
Dalam konteks tersebut, nilai-nilai yang diajarkan di pondok pesantren diharapkan dapat menjadi pedoman bagi santri untuk tetap menjaga etika, menyampaikan pesan secara bijaksana, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Bekal pendidikan agama yang dipadukan dengan wawasan pengetahuan yang luas dapat membantu santri menghadapi perubahan tanpa meninggalkan prinsip moral yang menjadi dasar pembentukan kepribadian.
Nafisatul juga menyinggung pentingnya pendekatan ma'rifah wa mauidhotul hasanah, yakni pendekatan melalui pemahaman dan nasihat yang baik. Prinsip tersebut dapat menjadi landasan dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara bijaksana, mengedepankan keteladanan, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai tersebut diperlukan agar santri mampu menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan moral. Dengan karakter yang kuat, wawasan yang luas, serta kemampuan berkomunikasi secara baik, santri diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun lingkungan masyarakat yang lebih harmonis.
Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat atas perjalanan panjang pesantren dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman keagamaan, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat. Keberadaan pesantren selama ini menjadi bagian penting dalam pendidikan dan pembinaan karakter, terutama dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap sesama.
Dalam perkembangannya, santri memiliki peluang untuk mengambil peran di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren menjadi salah satu langkah penting agar santri dapat terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.
DPRD Kabupaten Brebes berharap momentum Hari Santri Nasional tahun 2026 dapat semakin memperkuat semangat para santri untuk menuntut ilmu, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Santri juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kecakapan intelektual, kematangan spiritual, dan perilaku yang mencerminkan akhlakul karimah.
Dengan adanya peringatan Hari Santri Nasional ini, diharapkan peran pondok pesantren dan para santri di Kabupaten Brebes semakin kuat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, humanis, serta mampu menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Brebes.
Penulis Artikel : Penulis : Amanda ; Editor : Wasdiun



