Komisi IV DPRD Brebes Sidak Revitalisasi SMPN 1 Banjarharjo, Progres Pekerjaan Capai 41 Persen
Publikasi : 29 September 2026 | 21:05 WIB
BREBES – Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 1 Banjarharjo, Selasa (29/9/2026), untuk melihat secara langsung progres pelaksanaan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.
Sidak dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Ferri Anggrianto SE bersama anggota Komisi IV. Turut hadir Kepala SMP Negeri 1 Banjarharjo Epon Siti Aisah SPd MM serta Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Aditya Perdana.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV meninjau langsung progres pekerjaan sekaligus mengecek sejumlah material yang digunakan dalam pembangunan, seperti semen, pasir, batu bata dan material konstruksi lainnya.
Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Ferri Anggrianto, mengatakan secara umum hasil pengecekan menunjukkan bahwa pekerjaan berjalan sesuai dengan progres yang telah ditetapkan. Material yang digunakan juga dinilai telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Secara keseluruhan sesuai dengan progres yang sudah ditetapkan dan sesuai dengan RAB. Material seperti semen, pasir, batu bata dan lainnya juga sudah kami cek,” ujar Ferri.
Meski secara umum berjalan sesuai rencana, Ferri memberikan catatan pada bagian pemasangan baja ringan. Menurutnya, bagian tersebut perlu diperhatikan dan dilakukan penyempurnaan untuk mengantisipasi potensi kebocoran.
“Tadi ada rekomendasi terkait pemasangan baja ringan. Mungkin ada sedikit perbaikan karena kalau pemasangannya menempel dengan bagian tertentu, risiko kebocoran cukup tinggi. Ini perlu diperhatikan lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Dindikpora Kabupaten Brebes Aditya Perdana menjelaskan bahwa progres pekerjaan revitalisasi di SMP Negeri 1 Banjarharjo saat ini telah mencapai sekitar 41 persen.
“Untuk SMP Negeri 1 Banjarharjo, per hari ini progresnya sudah mencapai sekitar 41 persen,” terang Aditya.
Aditya menjelaskan, program revitalisasi tersebut merupakan program pemerintah pusat dengan anggaran yang disalurkan langsung kepada sekolah melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Total anggaran revitalisasi di SMP Negeri 1 Banjarharjo sekitar Rp1,8 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan beberapa ruangan sekaligus penataan dan pemeliharaan lingkungan sekolah. Salah satu pekerjaan pendukung yang turut menjadi perhatian adalah pembangunan saluran air, mengingat lingkungan sekolah masih berpotensi mengalami genangan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Aditya menambahkan, pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan memenuhi persyaratan teknis, termasuk tenaga pelaksana yang memiliki kompetensi konstruksi. Sementara Dinas Pendidikan melakukan pengawasan dan monitoring terhadap pelaksanaan pekerjaan secara bertahap, mulai dari progres awal hingga 50 persen dan 100 persen.
Pengawasan tersebut tidak hanya mencakup pekerjaan fisik, tetapi juga dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaporan administrasi.
“Setiap tahapan kita monitor, mulai dari 0 persen, kemudian 50 persen sampai 100 persen. Dari perencanaan sampai nanti pelaporan administrasi, dinas melakukan pengawasan ke sekolah,” jelas Aditya.
Dengan progres yang saat ini telah mencapai sekitar 41 persen, sekolah selanjutnya dapat mengajukan pencairan anggaran tahap berikutnya ketika progres pekerjaan fisik telah mencapai 50 persen, sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Ferri menegaskan bahwa pengawasan terhadap program revitalisasi harus dilakukan secara konsisten agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan meminimalkan potensi kesalahan.
“Mohon nanti dinas untuk selalu mengawal program tersebut supaya berjalan lancar, tidak ada kesalahan apa pun, dan menghindari kesalahan sekecil apa pun,” tegasnya.
Menurut Ferri, program revitalisasi sekolah menjadi salah satu upaya penting dalam membantu memperbaiki kondisi sarana pendidikan di Kabupaten Brebes. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah yang memperoleh penanganan.
“Kami berharap ke depan banyak sekolah-sekolah yang bisa ter-cover dari revitalisasi ini. Kalau dari APBD saja kayaknya tidak cukup,” ujarnya.
Ferri berharap dalam kurun waktu sekitar lima tahun, persoalan sekolah rusak di Kabupaten Brebes dapat dituntaskan secara bertahap.
“Kami dari Komisi IV juga menginginkan supaya ke depan urusan sekolah yang ambruk atau sekolah yang rusak di Brebes itu zero. Tidak ada sekolah yang rusak lagi. Ini untuk tercapainya pendidikan yang lebih baik lagi untuk Kabupaten Brebes,” katanya.
Komisi IV DPRD Brebes memastikan fungsi pengawasan terhadap sektor pendidikan akan terus dilakukan, tidak hanya melalui sidak kali ini, tetapi juga secara berkelanjutan bersama Dinas Pendidikan.
“Ke depan kami akan selalu bersama dengan dinas. Kalau kami ada fungsi pengawasan, kita akan melakukan fungsi pengawasan tersebut. Salah satu fungsi kita adalah pengawasan, dan kami berkomitmen ke depan untuk selalu memberikan yang terbaik di dunia pendidikan,” pungkas Ferri.
Penulis Artikel : Penulis: Nanda Naufal , Editor: Wasdiun



