Sidak RSUD dan Puskesmas Brebes, Komisi IV DPRD Ungkapkan Sejumlah Catatan
Publikasi : 06 Oktober 2026 | 16:37 WIB

BREBES – Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Brebes dan Puskesmas Brebes, Senin (6/10/2026).
Pengawasan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan kesehatan, kesiapan sarana dan prasarana, serta sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dari hasil pemantauan, Komisi IV menilai pelayanan di RSUD Brebes secara umum berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti, mulai dari kepadatan pasien, kebutuhan tenaga perawat di IGD, hingga pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Suwarno, mengatakan secara umum kondisi RSUD Brebes, baik dari sisi kebersihan maupun pelayanan, sudah berjalan dengan baik. Namun, tingginya jumlah pasien masih menyebabkan adanya daftar tunggu yang perlu menjadi perhatian.
“Di RSUD secara keseluruhan baik, kebersihan dan pelayanan sangat baik. Walaupun tentu seiring dengan banyaknya pasien masih ada daftar tunggu, sehingga memang ini menjadi perhatian kita juga agar pelayanan RSUD nanti ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Brebes, Nafisatul Choeriyah, menyoroti kebutuhan tenaga perawat di IGD RSUD Brebes. Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah tenaga perawat pada beberapa shift dinilai perlu mendapat perhatian untuk menyesuaikan dengan jumlah pasien yang dilayani.
“Kami menemukan kekurangan tenaga perawat di IGD. Dari IGD yang di depan sampai dengan yang intermedier, jumlahnya masih perlu mendapat perhatian. Untuk menjangkau pasien yang sebegitu banyak, perlu ada prioritas untuk menambah perawat di IGD,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Brebes, dr Adhi Supriadi, mengatakan secara umum pelayanan di rumah sakit berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaan pelayanan.
“Alhamdulillah hari ini Komisi IV melakukan sidak ke RSUD untuk melihat proses jalannya pelayanan. Alhamdulillah tidak menemui kendala, semua bisa berjalan dengan baik. Cuma tadi ada beberapa catatan kecil, di antaranya kita diminta untuk membuat resapan dan saluran air,” ujar dr Adhi.
Ia memastikan sejumlah catatan tersebut akan segera ditindaklanjuti, terutama hal-hal yang dapat langsung dilakukan oleh pihak rumah sakit.
BOR RSUD 75–80 Persen
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, dr Aries Suparmiati, menjelaskan kondisi keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Brebes saat ini berada di kisaran 75 hingga 80 persen.
Menurutnya, angka tersebut masih berada dalam kondisi yang relatif aman. Kondisi mulai dianggap tidak sehat apabila BOR telah berada di atas 85 persen.
“Insyaallah masih aman dan terkendali. BOR kita masih sekitar 75 sampai 80. Kalau sudah di atas 85 memang itu sudah tidak sehat,” jelasnya.
Ia mengakui tingginya kepadatan pasien terkadang berdampak pada proses pengiriman pasien ke ruang perawatan. Pihak rumah sakit sebelumnya juga telah menyampaikan pemberitahuan terkait kemungkinan perlambatan tersebut, namun pelayanan kepada pasien tetap berjalan.
Aries menambahkan, mayoritas pasien yang saat ini mendapatkan pelayanan di RSUD Brebes merupakan pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
RSUD Siapkan Pengembangan Parkir dan IGD
Selain pelayanan, Komisi IV juga menyoroti kebutuhan pengembangan fasilitas RSUD Brebes, khususnya area parkir dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Brebes, Imam Budi Santoso, menjelaskan pihak rumah sakit telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan yang dilakukan secara bertahap.
Dalam waktu dekat, pihak rumah sakit akan melakukan penataan melalui perubahan pintu masuk dan pintu keluar. Sementara untuk jangka menengah dan panjang, RSUD Brebes berharap adanya relokasi SD serta Dindikpora sehingga lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk pengembangan rumah sakit.
“Untuk pengembangan rumah sakit ke depan, lima sampai sepuluh tahun ke depan, salah satunya untuk parkir. Untuk IGD kemungkinan perombakan jelas sesuai master plan,” jelas Imam.
Menurutnya, dalam rencana tersebut IGD akan dikembangkan menjadi fasilitas yang lebih terintegrasi. Namun, pelaksanaannya tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus menyesuaikan dengan keberlangsungan pelayanan.
Poliklinik terlebih dahulu harus dipindahkan, kemudian pembangunan IGD baru dilakukan, sebelum pelayanan dipindahkan ke lokasi yang telah direncanakan.
“Karena memang untuk mengerjakan itu tidak bisa bersama-sama. Poliklinik harus geser dulu, kita buatkan poliklinik, poliklinik bergeser, kemudian dibuatkan UGD baru. Jadi perjalanan pelayanan tidak boleh berhenti,” katanya.
Lanjut ke Puskesmas Brebes
Usai melakukan pengawasan di RSUD Brebes, Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes melanjutkan sidak ke Puskesmas Brebes.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melihat secara langsung kondisi fasilitas, pelayanan, serta sarana pendukung yang dimiliki Puskesmas Brebes.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Suwarno, memberikan apresiasi terhadap kondisi Puskesmas Brebes yang dinilainya sudah sangat layak dan dapat menjadi contoh bagi puskesmas lainnya di Kabupaten Brebes.
“Untuk Puskesmas Brebes ini bisa dikatakan sangat layak dan bagus, bisa menjadi contoh untuk puskesmas-puskesmas yang lainnya di Kabupaten Brebes. Kami layak bangga untuk Puskesmas Brebes ini,” ujarnya.
Meski memberikan apresiasi, Suwarno menyebut masih terdapat sejumlah koreksi kecil, terutama terkait kebersihan di toilet dan beberapa bagian pelayanan. Menurutnya, catatan tersebut tidak bersifat prinsip dan dapat segera dibenahi.
Sementara itu, Nafisatul Choeriyah menilai Puskesmas Brebes dapat dijadikan tempat kaji tiru bagi puskesmas lain yang masih membutuhkan peningkatan tata kelola pelayanan.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan penyimpanan vaksin yang dinilai sudah baik.
“Saya melihat tadi penyimpanan vaksinnya juga baik sekali. Kemarin kita lupa melihat di beberapa puskesmas, penyimpanan vaksinnya itu memenuhi standar atau tidak,” katanya.
Menurut Nafisatul, kondisi Puskesmas Brebes dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya, terutama dalam pengelolaan pelayanan dan sarana pendukung.
Dinkes Pastikan Hasil Pengawasan Ditindaklanjuti
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Heru, menyambut baik kegiatan monitoring dan pengawasan yang dilakukan Komisi IV DPRD terhadap fasilitas kesehatan di Kabupaten Brebes.
Menurutnya, hasil pemantauan dan berbagai catatan yang disampaikan Komisi IV akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Dari langkah yang dilakukan Komisi IV untuk melakukan monitoring dan juga pengawasan di semua fasilitas kesehatan di Kabupaten Brebes, hasil-hasil yang disampaikan oleh Komisi IV akan kami tindaklanjuti untuk hal-hal yang masih perlu kami benahi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Brebes, Sukamdi, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan masukan yang diberikan Komisi IV.
Ia memastikan catatan yang ditemukan selama sidak akan segera ditindaklanjuti, salah satunya terkait kondisi kamar mandi.
“Saya terima kasih sekali kepada Komisi IV. Tadi sudah dilihat sendiri ada kekurangan sedikit di kamar mandi. Itu akan kami tindaklanjuti, nanti akan kami ganti dengan yang baru,” katanya.
Melalui sidak tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan. Berbagai temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bersama antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kesehatan, serta pengelola fasilitas kesehatan guna mendorong pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat.
Penulis Artikel : Penulis : Nanda Naufal ; Editor : Wasdiun



